Jumat, 04 November 2011

Titik Bertolak - Awal Berkait


1.1   Agama Kristen Nyaris Roboh
 
7 April tahun 30 A.D. (Anno Domini)1 bertepatan dengan hari Jum'at, YESUS KRISTUS putera Tuhan yang diutus pada domba-domba Israel telah dijatuhi hukuman mati, disalib! Demikianlah cerita yang tersurat dalam kitab suci ummat Kristen, Perjanjian Baru.
Di lembah GOLGOTTA Bethlehem Yerusalem, kira-kira pukul 3 sore pada Jum'at yang na'as itu, dalam keadaan hampir telanjang, Yesus sang Putera telah menjalani hukuman matinya. Itulah klimaks dari kegagalan missinya. Ia gagal total menanam benih di atas ketandusan bangsanya. James M. Stalker berkata dalam bukunya:
 
"Belum pernah di dunia ini sesuatu kegagalan begitu mutlak nampaknya seperti kegagalan Tuhan Yesus. Tubuhnya terkapar dalam kubur. Musuh-musuhnya sudah menang. Kematian mengakhiri segala pertentangan dan dari kedua yang bertentangan itu, kemenangan adalah pada pihak pemimpin-pemimpin Yahudi. Tuhan Yesus sudah tampak dan menyatakan diri sebagai Messias. Tetapi Ia bukanlah jenis Messias yang mereka idam­idamkan. Pengikut-pengikutnya sedikit saja jumlahnya dan tidak berpengaruh. Masa kerjanya singkat sekali. Sekarang Ia sudah mati dan tamatlah riwayatnya." 2
 
Alangkah ironisnya peristiwa itu. Betapa tidak, sang BAPAK di sorga seolah­olah tidak mengenal watak hakiki bangsa Israel "selalu berkhianat" terutama terhadap Utusan-utusan yang datang. Ah, lagi-lagi Tuhan Bapak itu telah lalai mempersiapkan keamanan menjelang Sang Putera datang ketengah domba­domba Israel. Ataukah ada unsur kesengajaan sang BAPAK membunuh PUTERANYA sendiri?
 
Cobalah lihat peristiwa yang menimpa diri Yesus ini. Bahkan pengikut-pengikutnya yang sedikit itupun mengingkari dia. SIMON PETRUS murid yang dicinta dan menyintai juga meninggalkannya. Bukan itu saja, ia banyak menyaksikan adegan-adegan hina atas Gurunya. Ia menyaksikan Gurunya dituntut di depan pengadilan, tapi ia diam saja. Ia menyaksikan pukulan-pukulan tinju menjatuhi tubuh Gurunya, ia diam saja. Saat Gurunya diludahi, ia diam saja. Ketika orang bertanya apakah ia kenal Yesus, ia menjawab: "Aku tidak kenal orang itu." Sampai tiga kali orang bertanya padanya, Simon Petrus murid yang terdekat itu tetap menyangkal. Padahal ia pernah bersumpah di hadapan Gurunya:
"Biarpun hamba mati bersama-sama TUHAN tiada hamba akan menyangkali Tuhan. "3
 
Takutkah ia? Ataukah ia sehaluan dengan Judas Iskariot si pengkhianat?!! Cobalah lihat yang lain, seluruh lapisan masrakat, orang-orang Yahudi, orang tua ahli-ahli Taurat, seluruhnya ikut melibatkan diri mereka atas pembunuhan yang keji. Bahkan yang memilih vonis salib adalah mereka.4 Tatkala kematian di salib berakhir dengan jeritan putus harap: "Ya Tuhan! Ya Tuhan, mengapa Engkau tinggalkan Aku" (Eli Eli Lama Sabakhtani), sedangkan dari sang BAPAK di sorga tiada juga datang jawaban atas panggilan putera yang menyayat pilu, maka berakhirlah sudah kisah dramatis di lembah Golgotta. Sebaliknya dari kisah yang tamat, dimulailah awal persengketaan religius di kalangan theoloog-theoloog Kristen terhadap diri Yesus. Figur siapa "YESUS KRISTUS" menjadi pokok fundamentil dari kekacauan iman yang tak habis-habisnya.
Siapakah sebenarnya ia itu? Seorang manusia, Superman, Juru Selamat yang celaka, SEMI (setengah) GOD, ataukah ia PUTERA Tuhan atau TUHAN itu sendiri? Itulah soal-soal yang memusingkan akal, mengacaukan keyakinan kaum kristen. Missinya yang singkat dan gagal total, kematiannya yang hina di palang kayu, membuktikan secara nyata betapa mati gersang rohani bangsa Yahudi dan betapa sia-sia serta konyol setiap Utusan Tuhan yang datang pada mereka.
Adalah satu hal yang wajar bila sejarah Yesus berakhir pada kematiannya: Sebagaimana yang dikatakan James Stalker:  "Sekarang ia sudah mati dan tamatlah riwayatnya."
Akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian; Sejarah Kristen mulai menampilkan lembaran-lembaran babak baru tentang Yesus. Justru dengan kisah "SESUDAH MATINYA" itulah, jalan baru telah terbuka lempang bagi kelangsungan iman kristiani. Kematian Yesus bukan penutup dari kegagalannya, demikian theolog-theolog Kristen berbicara. Dari kematian timbul masa cerah. Samuel Zwemer berkata:
"Syukur kepada Allah bahwa berita Injil tidak berakhir dengan kematian Kristus. Cerita itu tidak tammat dengan jeritan kemenangannya "sudah selesai." Demikian juga amanat kerasulan. Kematian Kristus disusul oleh kebangkitannya. "5
Orang-orang yang menjadi saksi mata kisah kebangkitan dari maut tersebut, termasuk murid-muridnya yang ingkar, konon memperoleh kembali keyakinan mereka akan Tuhannya Yesus. Kebangkitan dari maut memancarkan cahaya baru, kata Samuel.6 Karenanya kegagalan missi beralih success, yang ingkar balik percaya, yang berdosa putih kembali, dan tammatnya kisah Kristus karena kematiannya menjadi berlanjut.

James Stalker berkata:
"Karena kebangkitannya dari maut maka kebangkitan itu sendiri adalah MUJIZAT terbesar, sehingga karenanya SELURUH KEHIDUPANNYA YANG AJAIB menjadi dapat dipercaya."7
Rasul Paulus juga berkata:
"Jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah kepercayaanmu dan kamu masih hidup dalam dosamu. "8
 
Itulah makna kebangkitan. Sayangnya kebangkitan itu hanya berjalan 40 hari.

Pada hari ke-40 dari kematian Yesus maka tubuhnya yang dipermuliakan itupun kembalilah ke tempatnya yang sejati, di sebelah KANAN ALLAH BAPAK.
9

Tidak semua kaum Yahudi yang mati rohani sempat menjadi saksi-saksi mata.
Konon kepercayaan hanya menjalar pada segelintir manusia yang melihat kisah kebangkitan itu. Apakah yang melihat sanggup bertahan, padahal semenjak Yesus lenyap telah timbul kontroversi-kontroversi religius yang tak kunjung selesai. Bertahun­tahun awan gelap meliputi ummat Masehi. Opini-opini yang bertentangan mengenai siapa YESUS KRISTUS melanda kaum pendeta, kaum paderi, uskup­uskup dan Paus-paus. Mereka saling berbantah, saling mengucil, saling melaknat dan mengutuk. Masa gelap dan silang sengketa ini harus disudahi serta dicarikan obat penawar demi kelangsungan hidup agama itu sendiri.
Hal inilah yang menyebabkan kisah versi Perjanjian Baru masih berlanjut.

 
1.2   Kedatangan Kembali Almasih
 
Pada akhirnya diketemukanlah semacam obat penawar yang kelihatannya dipaksakan pada tubuh yang sedang sakit itu. Obatnya tidak lagi berkisar pada cerita "KUBURAN KOSONG" atau pada "KEMATIAN TUHAN DISALIB" atau pada cerita "BANGKIT DARI MAUT" melainkan pada cerita baru: "KEDATANGAN KEMBALI ALMASIH" ke atas dunia ini. Entah kapan ia datang, namun ia sudah berjanji untuk kembali dan mendirikan kerajaan Allah yang kekal. Charles H. Spurgeon berkata dalam kitabnya:

"Drama keseluruhan yang meliputi kebangkitan kembali itu belum komplit jika Yesus Kristus belum juga datang kembali ke dunia sebagai Raja. Jika dia sudah datang, dia tidak akan dihina, diludahi lagi. Setiap orang akan berlutut padanya. Dia akan datang bersama salib namun tidak sepotongpun paku akan melukai tangannya yang halus lembut itu. Dia datang untuk mendirikan kerajaan Allah yang kekal dan akan memerintah untuk selama-lamanya. Haleluyah!"10
 
Demikian makna kedatangan kembali Yesus ke dunia; menjadi obat penawar, sinar cerah dan keyakinan usang yang diperbarui.
Masa keragu-raguan tampaknya hilang sudah karena konsep baru telah diperoleh. Akan tetapi pada hakikatnya dalam praktek penindoktrinasian konsepsi baru tersebut ternyata tidak sanggup mendominir ratio maupun fitrah insaniah di dada setiap orang. Logika mulai menolak, dada mulai sangsi. Bentrokan-bentrokan opini timbul kembali. Masih belum terjawab juga soal: "SIAPA YESUS ITU." Ahli sejarah Inggris yang mashur, Prof. J. Arnold Toynbee berkata:
 
"Sudah jelas bahwa kedatangan kembali Almasih mula-mula dipusakai sendiri oleh gereja, tatkala mereka diliputi kelemahan kepercayaan serta kegagalan dalam pokok keimanan mereka. Jelas pula bahwa doktrin kedatangan kembali menjalar dengan cepat pada masyarakat, sekte-sekte dan orang-orang yang sama-sama merasa serta mengalami kekecewaan karena kehilangan pegangan."11
 
Demikian yang terjadi doktrin kedatangan kembali Almasih menyerap ke dalam tubuh kristen hanya sebagai penawar iman "yang semu belaka." Ia tidak lebih dari pada suatu sumbangan konsep yang harus diterima oleh setiap Kristiani yang setiap waktu pula bersiap-siap pergi karena ditolak oleh rongga-rongga dada yang sesak yang telah lama menyimpannya, maupun oleh logika kritis yang memberontak atas dogma membeku yang melekat padanya.
 
1.3   Siapakah Imam Mahdi Itu?
 
Satu hal yang menarik untuk disisipkan di sini masih perihal KEDATANGAN KEMBALI ALMASIH ialah, bahwa bukan saja kaum Kristen yang memiliki kepercayaan "kedatangan kembali" itu melainkan pada kaum Muslimin ternyata pula menyimpan kepercayaan itu. Entah siapa yang berhak di antara kedua ummat ini, ataukah keduanya sama-sama berhak?
Jika kedatangan Almasih bagi ummat Kristen merupakan HALELUYAH KEMENANGAN, maka bagi ummat muslimin merupakan DATANGNYA YANG HAQ SIRNANYA YANG BATIL. Bukankah Almasih akan datang dan menyatakan bahwa Islam adalah Agama sejati? Bukankah Almasih akan mendirikan Shalat berjama'ah serta menjadi ma'mum di shaf pertama? Alangkah bahagia saat-saat demikian!
Disamping kebahagiaan ummat Muslimin karena Almasih datang untuk kemenangan Islam, terpetik pula sebuah "kabar suka" bahwa kebahagiaan akan melimpah, kemenangan akan mutlak yaitu pada saat seseorang yang bergelar IMAM MAHDI datang di tengah-tengah ummat Muslimin. Yang lebih meyakinkan lagi ialah bahwa munculnya Imam Mahdi itu bertepatan waktunya dengan kedatangan Almasih. Beliau inilah yang didorong oleh Almasih untuk menjadi imam dalam shalat berjama'ah itu. Kedatangan Imam Mahdi telah tersebut dalam beberapa Hadits. Di antara Missi-missinya yang utama ialah:
 
* Beliau akan membagi harta sama rata;
* Beliau menegakkan Agama pada akhir zaman seperti Nabi Muhammad saw. pada permulaan zaman.
* Beliau akan menegakkan keadilan di bumi.
* Beliau akan berperang atas Sunnah Rasul.
* Beliau akan membunuh babi dan salib.
l2
* Ummat Islam akan mendapat kesenangan dari padanya yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya.
* Beliau tidak membangunkan orang tidur dan tidak menumpahkan darah.
* Penduduk Bumi dan Langit serta burung-burung suka pada kekhalifahan­nya.

 
Demikianlah missi-missi utamanya. Begitu hebat makna kedatangannya, bahkan terpetik berita-berita yang mengatakan bahwa meriam-meriam musuh yang memuntahkan peluru untuk membunuh kaum Muslimin konon mendadak berobah menjadi cairan dingin. Jika demikian kondisi dan situasinya, beliau tentunya sangat diharapkan mengingat penderitaan ummat sudah semakin parah.
Akan tetapi kapan beliau datang? Soalnya hanya tunggu waktu saja; dan sesudah sekian tahun bahkan sekian abad belum juga terjawab "kapan beliau datang," maka yang menunggu bertambah menderita sedang yang ditunggu belum juga tiba.
Last but not least harapan ummat yang menderita telah terpenuhi. Secara mengejutkan namun menggembirakan, sejarah Islam telah menampilkan Imam Mahdi; Beliau sudah datang! Siapa orangnya, dimana munculnya, kapan datangnya, inilah yang sulit memastikan! Sebab Imam Mahdi yang datang tidak seorang melainkan banyak. Bahkan yang menambah sulit lagi masih ada Imam­imam Mahdi yang belum datang. Mereka juga ditunggu-tunggu kedatangannya.
Untuk memudahkan Kita mengenal para Imam Mahdi tersebut, baiknya kita memisalkan mereka dalam dua masa. Masa pertama ialah masa "mereka yang belum datang" dan masa kedua ialah "masa mereka yang sudah datang." Mereka yang akan datang menurut aliran Syiah Sabaiyah adalah Ali bin Abi Talib; Menurut Syiah Kaisaniyah adalah Mohammad Ali Hanafiyah. Menurut Syiah AI-Jaridiyah, Mohammad bin Abdullah An-Nafsus Zakiyah adalah Mahdi yang ditunggu-tunggu. Menurut Syiah Imamiah, Mohammad bin Hasan Al-Askari adalah Mahdi yang ditunggu-tunggu. Adapun para Mahdi yang "sudah datang" antara lain ialah: Ubaidullah bin Mohammad Alhabib oleh Syiah Qaramithah dianggap Mahdi. Mohammad bin Ismail bin Ja'far oleh golongan Syiah Ismailiyah dianggap Mahdi. Golongan Muwahidin menganggap Mohammad bin Taumert adalah Mahdi. Segolongan Muslim di India menganggap Ahmad bin Mohammad Berelvi adalah Mahdi. Golongan Ahmadiyah di India menganggap Mirza Ghulam Ahmad adalah Mahdi. Golongan Babiyah menganggap Ali Mohammad Al-Bab adalah Mahdi. Penduduk Sudan Afrika menganggap Mohammad Ahmad Donggola adalah Mahdi. Mahdi-mahdi yang lain seperti Mahdi dari Rief Afrika, dari Tunisia, dari Marokko, dari Pegunungan Shahrazur, dari Kurdistan, dari Senegal dan Mahdi dari Jawa timur Indonesia, merekapun telah datang dan masing-masing membawa missi-missi utamanya.l3
Demikian kumpulan Mahdi yang tercatat dalam sejarah Islam. Kenyataan dari mereka yang telah datang itu sama sekali tidak sanggup memenuhi missi-missi utamanya. Jangankan seluruh missi sanggup dipikulnya, pada tugas pembagian harta sama-rata saja, beliau-beliau itu tidak sanggup melaksanakannya; Juga mereka tidak membunuh BABI atau memecah SALIB, baik harafiyah maupun kiasan. Apalagi memberi kesenangan pada kaum Muslimin yang belum pernah dirasakannya.
Bagaimana dengan Mandi-mahdi yang belum datang?! Apakah kaum Muslimin harus menanti kedatangan mereka? Padahal, penantian itu membuat ummat jadi lamban. Lebih-lebih penantian yang tak menentu, entah tahunan, puluhan tahun, abad bahkan ribuan tahun. Ummat Muslimin akan kehilangan langkah, statis, mati gerak, bahkan tertelan zaman. Mengambil sikap yang baik adalah tidak menanti dan tidak terlintas dalam pikiran untuk menanti. Lebih baik lagi ialah membuang jauh doktrin kedatangan kembali Almasih maupun Almahdi.
Namun andaikata sejarah Islam nanti menampilkan tokoh-tokoh tersebut, maka biarkanlah nama beliau, tempat munculnya, waktu datangnya berada dalam ketentuan TUHAN.
 
1.4   Tersusunlah Buku Ini
Berbagai ragam aliran kepercayaan, kebatinan maupun pergerakan yang menamakan dirinya sebagai faham-faham baru dalam Islam, pikiran-pikiran baru tentang Islam. Modernisasi Islam atau Neonisasi Islam, telah berada maupun berkisar berputar di sekeliling tubuh Islam, melekat merapat mengisap tubuh itu bahkan melukainya dalam goresan yang dalam. Mereka pada kenyataannya memecah belah mayoritas, kemudian bagian-bagian dari mereka mengisolir diri dan menyatakan bahwa mereka adalah pewaris-pewaris Islam serta pengikut-pengikutnya adalah muslim-muslim sejati. Banyak kaum Muslimin terkena jerat terbawa jauh bahkan terpisah dari pedoman Al-Qur'an dan Sunnah.
Pada mulanya patokan-patokan yang dipakai untuk landasan berpijaknya gerakan-gerakan itu tampaknya bersandar pada Kitab Suci Al-Qur'an; Namun pada saat-saat mereka bergerak selangkah ke depan tampaklah isi maupun hakikatnya bertujuan menyimpang bahkan menyesatkan! Mereka sebenarnya merupakan tanda-tanda nyata kelemahan iman maupun kondisi ummat Islam di satu pihak, dan keunggulan musuh-musuh Islam di lain pihak.
Membahas gerakan neonisasi Lslam ini akan banyak memakan tempo, tenaga dan pikiran yang dicurahkan. Karenanya lebih baik diambil satu contoh dari mereka untuk dikemukakan disini. Maka perkenankanlah kiranya jika contoh itu jatuh pada aliran atau gerakan AHMADIYAH yang didirikan oleh MIRZA GHULAM AHMAD dari QADIAN INDIA. Aliran ini terkenal juga dengan doktrin kedatangan kembali Almasih dan Almahdi. Bahkan yang menarik dari aliran ini ialah bahwa Almasih dan Almahdi itu sudah datang dan terdapat pada seseorang yang bernama MIRZA GHULAM AHMAD. Ia merangkap kedua jabatan itu sekaligus.
Aliran Ahmadiyah menyatakan diri sebagai Islam sejati. Organisasinya rapi, keuangannya padat, kerjanya agak lambat namun berbekas pada penganut-penganutnya. Justru karena kerapian organisasi dan kepadatan uangnya, maka Ahmadiyah pikatannya sangat menarik, jeratannya sangat lekat dan sekujur tubuhnya kelihatan mulus dan cantik. Namun demikian, pada hakikatnya di balik kecantikan yang mulus itu, pada darah yang mengalir dalam tubuhnya, rumah tempat bernaungnya, pelindung tempat berteduhnya, semua itu merupakan kenyataan-kenyataan yang sangat berlawanan dengan lahirnya. Hal mana apabila diungkapkan di sini akan menjadi suatu sajian menarik baik sebagai bahan telaal maupun sebagai bahan pengetahuan.
Sungguh sangat menyedihkan bahwa ISLAM dilingkari dan diisap oleh gerakan semacam itu, yang pada lahirnya merupakan MERCU SUAR ISLAM dengan pancaran sinar terang benderang, namun pada hakikatnya mercu suar itu telah mengantar biduk-biduk iman serta pikiran manusia ke tempat labuh yang sesat sehingga menimbulkan tubrukan-tubrukan keras dan kerusakan­kerusakan fatal.
Adalah menjadi harapan-harapan saya dengan tersusunnya tulisan ini, semoga dapat dijadikan pangkal study mendalam terhadap gerakan tersebut maupun terhadap gerakan-gerakan yang lain. Dan semoga pula dapat disisipkan sebagai bahan-bahan tambahan untuk LEMBAGA RESEARCH ISLAM.
Hanya kepada ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI jualah saya pasrahkan segala pekerjaan ini dengan memohon ampun serta keridhaanNya. Kemudian salam dan selawat serta sejahtera terlimpah kepada Rasul MUHAMMAD Nabi penutup junjungan ummat serta tauladan hidup. Kepada keluarga beliau, kerabat serta sahabat terucap pula salam selawat sejahtera. Kepada TUHAN PENCIPTA ALAM SEMESTA segala puja dan pengabdian tertuju satu.

Demi Langit yang mempunyai Jalan

Tatkala merujuk kapada Matahari dan Bulan di dalam Al-Quran dijelaskan bahwa Matahari dan Bulan tersebut masing-masing bergerak di dalam orbit atau garis edar tertentu. Quran Surah Al Anbiyaa 33 menyatakan :

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

Dalam ayat ini Allah SWT. mengarahkan perhatian manusia kepada kekuasaan-Nya dalam menciptakan waktu malam dan siang, serta matahari yang bersinar di waktu siang, dan bulan bercahaya di waktu malam. Masing-masing beredar pada garis edarnya dalam ruang cakrawala yang amat luas yang hanya Allahlah yang mengetahui batas-batasnya.
Adanya waktu siang dan malam disebabkan karena perputaran bumi pada sumbunya, di samping peredarannya mengelilingi matahari. Bagian bumi yang mendapatkan sinar matahari mengalami waktu siang, sedang bagiannya yang tidak mendapatkan sinar matahari tersebut mengalami waktu malam. Sedang cahaya bulan adalah sinar matahari yang dipantulkan bulan ke bumi. Di samping itu, bulan juga beredar mengelilingi bumi.

Keterangan yang terdapat dalam ayat-ayat di atas adalah untuk menjadi bukti-bukti alamiyah, di samping dalil-dalil yang rasional dan keterangan-keterangan yang terdapat dalam kitab-kitab suci terdahulu, tentang wujud dan kekuasaan Allah SWT., untuk memperkuat apa yang telah disebutkan-Nya dalam firman-Nya yang terdahulu, bahwa "apabila" di langit dan di bumi ini ada tuhan-tuhan selain Allah niscaya rusak binasalah keduanya".

Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa Matahari tidaklah diam tetapi bergerak dalam garis edar tertentu. Quran Surah Yaasin 38 yang menyatakan :

[ Wasy syamsu tajrii li mustaqarril lahaa dzaalika taqdirul ‘aziizil ‘aliim.

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Kata tajrii digunakan untuk menggambarkan perpindahan satu benda dari satu tempat ke tempat lain, perpindahan yang dinilai cepat dibandingkan dengan pepindahan benda lain yang serupa. Ia juga digunakan untuk menunjuk perjalanan sangat jauh yang ditempuh dalam waktu yang relatif singkat.

Huruf lam pada kalimat limustaqarrin ada yang memahami sebagai menujuatau batas akhir. Sedang kata mustaqarr terambil dari kata qaraar yang berari kemantapan/pemberhentian. Dengan demikian kata ini dapat berarti Matahari bergerak (beredar) menuju ke tempat pemberhentiaannya atau sampai waktu pemberhentiannya, atau agar dia mencapai tempat atau waktu pemberhentiannya.. Bergerak menuju tempat pemberhentian dimaksud adalah peredarannya setiap hari di garis edarnya dalam keadaan sedikitpun tang menyimpang hingga dia terbenam. Atau dalam arti bergerak terus menerus sampai waktu yang telah ditetapkan oleh Allah untuk penghentian geraknya, yakni pada saat dunia akan kiamat. Atau peredarannya itu bertujuan agar ia sampai pada waktu atau tempat yang ditentukan untuknya.

Kata [i]taqdiir[i] digunakan dalam arti menjadikan sesuatu memiliki kadar serta system tertentu dan teliti. Ia juga berarti menetapkan kadar sesuatu, baik yang berkaitan dengan materi, maupun waktu. Kata yang digunakan ayat diatas, mencakup kedua makna tersebut. Allah menetapkan bagi Matahari kadar sistem perjalanan/peredarannya yang sangat teliti dan dalam saat yang sama Yang Maha Kuasa itu mengatur dan menetapkan pula kadar waktu bagi peredarannya itu.

Ayat diatas ditutup dengan dua sifat Allah, yakni [i]al-Aziiz – Maha Perkasa
dan al-Aliim – Maha Mengetahui. Itu bertujuan menjelaskan bahwa pengaturan Allah terhadap benda langit seperti Matahari yang demikian besar, dapat terlaksana karena [u]Dia Maha Perkasa
sehingga semua tunduk kepadaNya, dan Maha Mengetahui sehingga pengaturanNya sangat teliti dan mengagumkan.

Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al-Quran ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomi di zaman moderen. Menurut perhitungan para ahli astronomi matahari bergerak dengan kecepatan 720.000 km/jam kea rah bintang vega dalam suatu garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak kurang lebih 17.280.000 km/hari. Bersama matahari semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana. Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan seperti ini dinyatakan dalam Al-Quran surah Adz Dzaariyaat ayat 7 yang menyatakan :

Was samaai dzaatil hubuk.

Demi langit yang memiliki jalan-jalan

Lafal Al Hubuk adalah bentuk jamak dari Habiikah, sama halnya dengan lafal Thariiqah yang bentuk jamaknya Thuruq, yakni sejak ia diciptakan mempunyai jalan-jalan, sebagaimana jalan di padang pasir.

Terdapat sekitar 200 milyard galaxy di seluruh alam semesta dan masing-masing terdiri dari 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planit dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut berada dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti.

Selama jutaan tahun masing-masing seolah-olah berenang sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan dengan kecepatan luar biasa dalam suatu garis edar yang terhitung dan terencana. Selama pergerakkan ini tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain atau bertabrakan dengan lainnya.

Telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan yang satu dengan yang lain tak satu pun bagian-bagiannya saling bersentuhan. Dapat dipastikan bahwa pada saat Al-Quran diturunkan, manusia tidak mempunyai telescope masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa yang berjarak jutaan kilo meter. Tidak pula pengetahuan Fisika ataupun Astronomi moderen karena saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa alam semesta dipenuhi oleh lintasan dan garis edar sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran.

KONSEPSI BELAJAR SEUMUR HIDUP


1.      Kehidupan Fisik dan Fikiran
Kehidupan kemanusiaan dibangun oleh kehidupan :
• Kehidupan fisik
Berawal dari kelahiran melalui ibu kandung, kemudian tumbuh dilengkapi dengan kehidupan fikirannya yang semakin lama semakin sempurna dan menentukan keberadaan kemanusiaanya.
• Kehidupan fikiran
Kehidupan fikiran manusia tidak saja berupa untuk kerja dari bagian tubuh otak, saraf dan indera baik yang bersifat analisis maupun sintesis, melainkan juga merupakan sarana dan prasarana memahami sumber dari segala sumber kreativitasnya. Kehidupan fikiran manusia dikembangkan secara sadar melalui pendidikan dan pengajaran di sekolah baik formal maupun tidak formal mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi.
Kehidupan fisik manusia memerlukan makan, minum dan bergerak sehingga akan mati bila hal tersebut tidak terpenuhi. Demukian pula kehidupan fikiran manusia akan mati bila tidak belajar atau berfikir. Tidak jarang manusia fisiknya masih hidup tetapi pikirannya sudah mandeg, sehingga kita harus tetap mawas diri apakah proses belajar masih berlangsung dalam diri kita atau tidak.
2. Proses Belajar
Proses belajar ditunjukkan dengan adanya rasa ingin tahu yang dikemukakan dalam bentuk pertanyaan atau bertanya. Sehingga bisa dikatakan bahwa tidak bertanya atau tidak ingin tahu berarti tidak ada proses belajar. Semakin dewasa seseorang mestinya semakin canggih proses belajar yang berlangsung dalam dirinya, berarti semakin canggih caranya ia bertanya.
Sehingga dengan demikian tanpa dibarengi rasa ingin tahu, kegiatan seperti kuliah, membaca atau praktikum bukanlah proses belajar yang meningkatkan kehidupan fikiran seseorang, namun sekedar kegiatan merekam dan latihan fisik belaka.
3. Metode Mencari Jawaban
Upaya sistematik setelah merumuskan rasa ingin tahu kedalam bentuk bertanya adalah dengan mencari jawaban. Terdapat beberapa metode mencari jawaban untuk menjawab pertanyaan yang muncul dari rasa ingin tahu, yaitu :
• Berguru
Komunikasi dengan guru sangat manusiawi karena diselenggarakan dengan nalar, rasa, bahasa, dan gerak yang telah sama-sama dipahami. Kelembagaan berguru ini berkembang menjadi suatu sistem pendidikan yang formal yang menganut paham-paham seakan-akan makin banyak guru adalah semakin baik.
• Membaca buku
Membaca buku adalah cara yang paling objektif untuk mengetahui berbagai informasi keilmuan yang merupakan kompilasi pengalaman manusia yang tertulisa secara sistematik. Membaca buku dapat dilakukan oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Dengan membaca buku perpindahan informasi dapat langsung terjadi dari tangan si penulis dengan seluruh pembacanya.
Baca – tulis adalah budaya dasar umat manusia untuk meningkatkan peradabannya. Oleh karena itu tingkat kemampuan membaca dan menulis adalah kemampuan dasar kemanusiaan yang tidak akan tergantikan. Kemampuan seseorang untuk membaca dan menulis harus dipelihara setiap saat. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membaca, yaitu :
a. Kemampuan berbahasa
Kemampuan berbahasa tidak sekedar penguasaan perbendaharaan atau tata bahasa, tetapi juga mencakup kemampuan berekspresi dan apresiasi. Disamping bahasa dari berbagai bangsa yang maju tingkat keilmuannya, dalam beberapa hal matematika (ilmu pasti) juga merupakan bagian dari bahasa keilmuan, terutama untuk secara tepat mengungkapkan tingkat kepastian. Kemampuan berbahasa yang tinggi membuka peluang untuk mengungkap pengertian yang tersurat maupun tersirat pada tingkat keseksamaan yang tinggi.
b. Kecepatan membaca
Kemampuan untuk membaca dengan cepat ini perlu dilatih, dipelihara, dan ditingkatkan. Huruf adalah lambang bunyi, kata adalah lambang arti, kalimat adalah lambang pesan, dan alenia adalah lambang pokok pikiran.
Oleh karena itu perlu dilatih membaca alenia agar dapat menangkap pokok-pokok pikiran secara cepat dan tepat, yang bersamaan dengan itu dapat ditangkap pesan utamanya dari kalimat kunci, dan pengertian dasarnya dari kata kunci.
c. Kemampuan untuk memilih dan membaca buku ajar (text book) Kemampuan minimal yang harus dikuasai oleh seorang mahasiswa. Perpustakaan dengan segala tata caranya harus merupakan bagian dari kehidupan mahasiswa. Mahasiswa harus bisa menggunakan katalog atau software yang tersedia untuk penelusuran buku dan memilih buku mana yang harus dibaca. Pengertian dari setiap jenis buku harus difahami sehingga tepat dan benar menggunakannya. Mahasiswa harus bisa membedakan mana buku ensiklopedia, buku indeks, kamus, journal, catatan, text book.
• Praktikum
Keinginan tahu seseorang juga seringkali dapat dijawab dengan membaca langsung kenyataan alamnya. Dalam hal ini kita harus mampu berdialog secara alami dan secara manusiawi. Dalam dialog manusiawi dimana lawan bicara kita adalah manusia juga maka lawan bicara mempunyai kemampuan untuk mengungkapkan pikirannya sendiri dengan bahasa yang telah sama-sama diketahui. Sedangkan dialog dengan alam terlebih dahulu kita harus melakukan kompilasi logika alam ke dalam pikiran manusiawi kita. Pelajaran Kimia, Fisika, Biologi, dan ilmu pengetahuan alam lainnya pada dasarnya adalah proses kompilasi pikiran alam ke dalam pikiran manusia yang akan terungkap kembali saat kita berdialog dengan alam.
Berdialog dengan alam tidak mudah, mungkin paling sulit. Oleh karena itu suatu cara sistematik perlu dikembangkan, yaitu dengan cara membawa fenomena alam itu ke dalam laboratorium untuk ditelaah. Praktikum pada dasarnya adalah latihan untuk memiliki kemampuan itu, kemampuan berdialog dengan alam.
Dengan demikian praktikum bukan sekedar cara untuk melengkapi atau menyempurnakan penguasaan materi perkuliahan, melainkan menanamkan pengertian dan kemampuan dasar untuk dapat berdialog langsung dengan alam secara alami dan manusiawi.
4. Metode SQ3R
Dalam membaca buku ajar (text book) metode SQ3R dapat digunakan, yaitu:
• Survey
Melihat sekilas buku dengan ilustrasinya, membaca kata pengantarnya,dan seterusnya sehingga menimbulkan rasa ingin tahu dan bertanya.
• Question
Bertanya-tanya tentang bahan yang akan dibahas, dalam buku ajar seringkali disiapkan daftar pertanyaan untuk membantu pembaca memandu rasa ingin tahunya.
• Read
Membaca secara cepat dan menyeluruh untuk menangkap pokok-pokok pikiran, tidak mengulang-ulang membaca kata atau kalimat.
• Review
Menelaah pokok-pokok pikiran yang penting, pesan-pesan yang penting, serta kata-kata kuncinya.
• Recall
Mengulang telaahan, membahas dan menguasai permasalahannya
5. Ilmu dan Agama
Berbagai upaya sistematik di atas adalah upaya untuk menjawab keingintahuan dan pertanyaan berbagai hal yang bersifat fisik alamiah ilmiah, baik yang nyata dan kasat mata maupun ilmiah yang abstrak dan tidak terlihat, hasilnya adalah pemahaman ilmu alamiah dan ilmiah. Sementara itu kehidupan manusia tidak sebatas hal-hal fisik, alamiah dan ilmiah saja melainkan juga mencakup hal-hal yang metafisik dan gaib.
Dalam hal ingin memenuhi keingintahuan atas hal-hal yang gaib dan metafisik ini maka pendekatan yang paling bertanggung jawab adalah pendekatan agama dan ilahiyah, bukan sekedar mimpi atau renungan, karena pendekatan agama merujuk petunjuk guru (Nabi Allah), buku (Kitab Suci) dan pengalaman (Sariah) yang absah dan dapat ditelusuri kebenarannya.
Sesungguhnya ilmu dan agama bersumber dari Allah, dengan demikian kedua hal itu akan saling melengkapi dan menyempurnakan, akan memberikan pemahaman dari rujukan yang utuh, menyeluruh dan terpadu, tidak akan saling bertentangan. Manusia mempunyai insting ingin mengetahui yang dimanifestasikan dalam upaya mencari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah berbagai pengetahuan manusia yang disusun secara sistematik. Secara garis besar pengetahuan terbagi menjadi dua bagian, yaitu :
a. Bukan sains
b. Sains (ilmu pengetahuan)
Ilmu pengetahuan dibangun atas dasar bukti-bukti empirik hasil penelitian ilmiah yang didalamnya tercakup sejumlah teori ilmiah. Teori ilmiah adalah teori-teori dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan yang berfungsi mendeskripsikan, memprediksi dan mengendalikan (mengontrol).
Teori-teori ilmiah bersifat reliable, meskipun derajat keandalannya bergantung pada keumuman dan keluasan penerapannya, dimana semakin umum penerapannya maka semakin andal teori tersebut.
Contoh teori Copernicus direvisi oleh teori Kappler : matahari merupakan pusat peredaran planet yang beredar mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong (elips). Kemudian teori tersebut direvisi lagi oleh teori Newton : sistem planet dengan matahari sebagai pusatnya disertai berbagai rumus-rumus matematika. Teori relatifitas Einstein dianggap lebih andal dibandingkan dengan teori Newton, karena teori relativitas mampu menjelaskan tentang gerak benda yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya dan mampu menjelaskan tentang gerak molekul dan atom. Penambahan dari Saya adalah bahwa semua itu adalah pendapat manusia yang sifatnya adalah tidak sempurna. Jadi tetap saja Kalamullah adalah sebaik-baiknya ilmu.


BELAJAR SEUMUR HIDUP

Belajar seumur hidup sering menjadi semboyan.  Sayang sekali kalau ini hanya semboyan.  Karena belajar seumur hidup bisa menjadi filsafat hidup yang sangat ampuh.
Belajar berarti berlatih diri kita sehingga kita memiliki sesuatu kemampuan yang baru atau kemampuan yang semakin tinggi.  Ini bisa belajar ilmu pengetahuan, keterampilan fisik, dan belajar bersikap.

Kalau kita mau, kita bisa memandang segala hal yang kita alami sehari-hari sebagai kesempatan belajar.  Ini menjadi semacam filsafat hidup.  Hidup seperti sekolah raksasa.  Mata pelajaran: bebas.    Kurikulum: kehidupan yang produktif, indah dan bermakna.  Kepala sekolahnya: Tuhan sendiri.  Setiap hari kita menyempurnakan rutinitas kita, tindakan kita, trik-trik kita.  Kita sempurnakan hubungan kita dengan orang yang kita sayang.

Bagaimana memandang keberhasilan belajar?  Hampir semua mengkaitkan keberhasilan belajar dengan keberhasilan ujian.  Well, itu adalah pandangan yang sangat dangkal.  Rugi besar.
Belajar baru berhasil bila kita mampu membuat kebiasaan baru.  Habits yang baru.  Hal yang kita lakukan sehari-hari yang meningkatkan kualitas hidup species kita.
Buat apa belajar tinggi-tinggi, susah-susah, kalau tidak ada perubahan dalam tingkah laku kita, akal budi kita, kepribadian kita, sifat-sifat kita, dan kebiasaan kita sehari-hari?
Rugi besar!

Dan hal yang paling harus kita perhatikan adalah perubahan Habits ini.  Perubahan kebiasaan.  Karena ia adalah identitas diri yang sebenarnya.  Kita boleh bilang apa saja, mengklaim apa saja tentang diri kita.  Tapi kita yang sebenarnya, the real me, adalah kebiasaan atau habits kita itu.  Itu hal yang kita lakukan, sadar atau tidak, dibayar atau tidak.

Your most powerful weapon is your habits. 
Belajar seumur hidup adalah belajar mengubah  kebiasaan.

Kamis, 03 November 2011

PERKEMBANGAN SENI TIMUR


Jauh sebelum dimulai perhitungan tahun masehi, dibeberapa tempat di daerah timur sudah memperlihatkan suatu kebudayaan yang bermutu tinggi. Dan sangat berpengaruh baik di timur maupun di daerah barat, Kesenian timur pada awal perkembangannya berpusat di Mesir, Mesopotamia dan India (lembah sungai Indus). Ketiga daerah ini menampilkan bentuk seni yang memiliki ciri khas masing – masing sesuai dengan kepercayaan, pandangan hidup dan tradisinya. 
1.      Kesenian Mesir Kuno  
Daerah sekitar aliran sungai Nil merupakan daerah pertanian yang subur yang dapat memberikan kemakmuran kepada rakyatnya, sehingga Mesir dapat mengembangkan kebudayaanya dengan baik. Sejak dahulu mereka sudah mengenal ilmu pengetahuan, kesenian dan sudah mengenal jenis tulisan yang disebut Hirogli
Bangsa Mesir mempunyai kepercayaan dengan berbagai kultus (pemujaan), yaitu kultus kematian, kultus Raja dan kultus Dewa, merekapun termasuk penganut Polytheisme (banyak Dewa), seperti Dewa Amon, Dewa Osiris, Dewa Hours, Dewa Isis, Dewi Hather dan sebaginya, dan dari kegiatan – kegiatan kepercayaan itulah muncul seni Mesir yang bersifat sacral, penuh magis dan misteri, mulai dari pembuatan mumi, seni lukis, seni patung sampai pada bangunan – bangunan yang monumental dan raksasa. Terutama seni bangunan dan seni patung dibuat dari batu kapur dan batu granit. Sehingga peninggalan – peninggalannya masih dapat kita lihat sampai sekarang .
a.      Seni Bangunan (bangunan makam dan kuil) Mesir kuno
Bangunan makam yang disebut pyramid didirikan dari susunan batu kapur berbentuk limas segi empat yang didalamnya terdapat gang – gang / lorong menuju ke kamar Raja (Mummi Firaon), kamar premaisuri dan kamar harta. Salah satu Pyramid yang terkenal yaitu pyramid Khufu di Ghizah yang dianggap sebagi keajaiban dunia Bangunan kuil di Mesir ada dua jenis, yaitu;
- Kuil lapangan, contohnya Kuil Amon Re di Karnak
- Kuil Korokan (kuil yang dipahatkan pada bukit karang), contohnya kuil Ramses II di Abu Simbel
b.       Seni Patung Mesir Kuno
Berdasarkan sikap tubuhnya, patung Mesir dibedakan menjadi:
- Patung Kourus, yaitu patung Dewa/Raja, memakai tutup kepala berdiri tegap, tangan kanan dikepalkan disamping dan kaki kirinya dilangkahkan kedepan.
- Patung kore, yaitu patung Dewi/ratu yang ciri – cirinya sama dengan kourus hanya kaki kirinya tidak melangkah dan berpakain lengkap. patung dalam bentuk lain disebut Sphynx, yaitu patung berkepala Raja berbadan singa
c.       Seni relief / Lukis Mesir Kuno
Ditemukan pada lembaran papyrus, peti mati dan dinding. Kesan yang ditampilkan bersifat dekoratifilustratif dan simbolis. Sedangkan cara menggambar objeknya yaitu:
- Bersifat ideoplastis, mengungkapkan apa yang dipikirkan dan bukan yang dilihat sebenarnya
- Menggunakan prespektif batin, artinya menggambarkan besar kecilnya objek bukan ditentukan oleh jarak pandangan melainkan berdasarkan martabat orang yang digambarkan. Misalnya gambar seorang Raja lebih besar dari pada rakyatnya
d.      Seni Musik dan Seni Tari Mesir Kuno
Sesuai dengan perkembangan kebudayaan merekapun pada saat itu sudah mengenal seni Tari dan musik. Hal ini berdasarkan pahatn mereka (relief) pada dinding bangunan. Diantaranya terdapat adegan yang sedang memainkan suling dan harva serta adegan Tari Tarian ritual sesuai dengan kepercayaan mereka pada saat itu
2.      Kesenian Mesopotamia
Mesopotamia adalah suatu daratan yang terletak antara sungai Efrat dan sungai Tigris. Masyarakatnya makmur sehingga kebudayaannya berkembang dengan baik, telah mengenal berbagai ilmu pengetahuan dan tulisan yang disebut tulisan Paku
Daerah ini merupakan lalu lintas yang sangat ramai dan sering dijadikan sasaran invansi oleh berbagai bangsa, antara lain oleh bangsa Sumeria, Babilonia, Asiria dan Persia
Masyarakat Mesopotamia tidak mengenal kultus kematian sehingga jarang ditemukan makam sebagai bentuk arsitektur yang khas. Keseniannya lebih bersifat duniawi, tetapi sisa – sisa peninggalannya tidak sampai ke jaman kita karena:
- Mengunakan bahan yang tidak tahan lama (batu bata)
- Sering terjadi bencana banjir
- Masyarakatnya bersifat vandalis (perusak) karena sering terjadi perebutan kekuasaan (perang)
a. Seni Bangunan Mesopotamia
Istana, dengan ciri – ciri: menggunakan konstruksi lengkung tong tanpa menggunakan tiang. Pada bagian pintu gerbang terdapat patung penjaga Ambang, yaitu patung berkepala Raja dan berbadan banteng dan bersayap. Contohnya istana Sargon II di Khorzabad
- Ziggurat, yaitu sejenis menara bertingkat berbentuk kerucut yang berfungsi sebagai banguan suci
- Stele, yaitu sejenis tugu batu yang permukaannya diberi relief tentang suatu peristiwa, contohnya Stele Hamurabi
b. Seni Patung, ciri – cirinya:
- Patung Sumeria: tubuh kaku otot dilebih – lebihkan dan kepalanya bulat
- Ptung Asiria: matanya diperbesar, dekoratif, raut muka mengesankan kekerasan
- Patung Babilonia: bersikap tenang seolah – olah sedang menjalankan tugas keagamaan
c. Seni relief
- Relief Babilonia : bertemakan tentang keagamaan
- Relief Asiria: bertemakan tentang kekerasan
3.      Kesenian India
Kebudayaan purba India berkembang sekitar 3000 SM di lembah sungai Indus – Pakistan. Dari beberapa hasil temuan ternyata sudah menunjukan suatu bentuk kebudayaan yang bermutu tinggi. Tetapi masih belum memberikan gambaran secara lengkap tentang peninggalannya, Karena masih belum banyak ditemukan Peninggalan – peninggalanya antara lain:
a. Seni bangunan, contohnya reruntuhan bangunan yang ditemukan di dua kota lama (Mahenjo – Daro dan Harapa) menggunakan batu bata, penempatan bangunan dengan system sentral dan sudah ada bangunan yang bertingkat
b. Seni patung, berbaga naturalis dan stilasi terbuat dari batu logam dan kayu
c. Seni relief, berupa materai piktegraf dari lempengan tanah liat yang diberi gambar binatang (badak lembu atau singa) dan tulisan yang sampai sekarang masih belum bisa dibaca
Kemudian sejak munculnya ajaran Hindu – Budha maka berkembang berkembang kebudayaan yang bercorak khusus. Bentuk keseniannya mengarah pada gaya perlambangan (simbolisme) dengan berpedoman pada buku seni disebut “Silfa Sastra”
Peninggalan – peninggalan itu adalah;
a. Seni Banguanan India
- Stamba (Tugu Asoka) berfungsi sebagai media penyebaran ajaran Budha
- Stupa (caitya) berfungsi sebagai lambang ajaran Budha
- Kuil Budha (Chaitya Griha) merupakan bangunan tempat meditasi para pendeta Budha  
b. Seni Patung India
Ketika masyarakat Budha masih bersifat Ai-Iconis (tidak mengenal patung sebagai media pemujaan), maka Budha hanya diwujudkan dalam bentuk perlambangan saja, seperti Tahta Budha, Cakra Budha atau Telapak Kaki Budha. Kemudian setelah India mendapat pengaruh dari kesenian Yunani-Romawi, barulah Budha diwujudkan dalam bentuk patung manusia dengan ciri – ciri masih memperlihatkan gaya seni patung Yunani (Dewi Apolo). Ciri – cirinya yaitu: bergaya realis, muka lonjong, rambut bergelombang dan sikap duduk kaki berjuntai. Dalam perkembangan selanjutnya seni patung India memperlihatkan ciri khasnya, yaitu raut muka seperti orang India, duduk bersila dengan sikap tangan tertentu yang mengandung atri (Mujra)
c. Seni Lukis dan Seni Relief India
Peninggalan seni relief India terdapat pada dinding di dalam biara – biara menggunakan teknik fresco yaitu melukis yang dikerjakan ketika dindingnya masih basah sedangkan seni reliefnya banyak terdapat pada dinding – dinding candi Hindu